Character Building – Creating Support Structure


SOAL SESI GSLC I (Topik 5) 

 Creating Support Structure

Soal Teori

Keluarga

  1. Jabarkan arti dari keluarga!
  2. Sebutkan fungsi-fungsi dari keluarga!
  3. Sebutkan jenis-jenis pola pengasuhan keluarga!
  4. Sebutkan peluang-peluang untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita dalam keluarga!
  5. Sebutkan tantangan-tantangan dalam peningkatan kualitas kehidupan kita dalam keluarga!

Persahabatan

  1. Jabarkan arti dari ‘sahabat’ dan ‘persahabatan’!
  2. Sebutkan fungsi persahabatan!
  3. Bagaimana Anda membangun sebuah persahabatan yang indah?
  4. Bagaimana seharusnya sikap kita dalam persahabatan?

Jejaring Sosial

  1. Jabarkan pengertian ‘Jejaring Sosial’ secara umum!
  2. Sebutkan manfaat jejaring sosial!
  3. Jabarkan pola pikir yang tepat dalam memaknai dan menggunakan jejaring sosialnya!
  4. Jabarkan strategi membangun jejaring sosial yang efektif dan efisien!
  5. Jabarkan cara memaknai dan menggunakan jejaring sosial di dunia maya!

Kasus Sederhana (Materi Refleksi Diri)

Anda sedang mendapatkan masalah yang menjadi beban yang berat bagi pikiran dan perasaan Anda.

  1. Siapa sajakah orang lain yang berperan besar bagi Anda dalam penyelesaian masalah ini?
  2. Bagaimanakah peran orang-orang tersebut?
  3. Setelah menyadari peran mereka, bagaimana pandangan dan perasaan Anda terhadap mereka?

— Selamat Mengerjakan —

 

Keluarga

  1. Lingkungan sosial awal seorang anak manusia yang paling dekat dan berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan seseorang pada masa selanjutnya. Dalam lingkungan ini, seseorang mengalami kedekatan dan kebersamaan secara intensif. Di sana, ia mulai menjalani proses sosialisasi dan belajar nilai dasar kemanusiaan. Suasana dan pengalaman yang terjadi dalam keluarga akan mewarnai karakteristik orang-orang yang terlibat dalam keluarga tesebut seperti suasana rukun dan ada juga suasana perselisihan serta pertikaian yang membuat suasana jadi tidak tentram. Penentu suasana dalam keluarga adalah orang tua dan anak-anak. Mereka berperan sesuai dengan kemampuan dan fungsinya dalam pembentukan keluarga sehingga mereka bukan sebagai penerima pasif, melainkan menjadi subjek pelaku yang tak terpisahkan sebagai penentu terciptanya suasana dalam keluarga.
  1. –     Legitimasi aktivitas seksual.

Dengan ikatan keluarga, aturan tentang hubungan seksual telah diatur. Bagi pasangan yang telah menikah, hubungan seksual antara mereka merupakan peneguhan dan pemenuhan hubungan mereka sebagai suami istri. Hal itu dihayati sebagai bentuk ungkapan cinta yang khas dan eksklusif. Dalam konteks ini hubungan seksual di luar pernikahan merupakan penyimpangan dari makna terdalam dan hakiki, yang juga berarti penyimpangan norma.

–          Fungsi reproduksi.

Melalui pernikahan, sepasang suami istri terbuka dan terarah untuk memiliki keturunan yang sah. Anak-anak yang hadir dalam suatu keluarga merupakan berkat sekaligus tanggung jawab atas perawatan, pemeliharaan, dan pendidikannya.

–          Kerjasama ekonomi.

Setiap anggota keluarga terutama ayah, ibu, dan anak-anak yang telah dewasa, yang telah mampu bekerja, terpanggil untuk bekerja sama untuk membangun perekonomian keluarga. Meski masing-masing anggota keluarga bekerja sendiri-sendiri, di tempat dan pekerjaan yang berbeda, namun semuanya tertuju untuk kesejahteraan satu keluarga. Saling membantu dan menolong dalam aspek ekonomi di dalam rumah tangga merupaka wujud penghayatan akan kesatuan dan kebersamaan dalam keluarga.

–          Pendidikan dan sosialisasi nilai.

Keluarga merupakan lingkungan utama dan pertama bagi seorang anak untuk menjalani proses sosialisasi dan pengenalan akan aneka macam nilai-nilai kehidupan. Sosialisasi pada tahap awal adalah sosialisasi nilai, seperti nilai kasih sayang, kebersamaan, kejujuran, keadilan, dan ketaatan. Nilai-nilai ini akan menentukan bagi terbentuknya moralitas, yang akan menghantarkan ke tingkat kedewasaan yang semakin  baik. Dalam hal ini orang tua  berperan sebagai role of model(menjadi contoh dan teladan). Di sini juga mencakup kewajiban orang tua untuk menyediakan pendidikan formal dan informal yang layak untuk anak-anaknya. Pendidikan yang baik dan terarah menjadi bekal dan pegangan yang paling penting agar anak-anak dapat menjadi mandiri.

–          Pemeliharaan.

Keluarga menjadi tempat utama dan pertama berlangsungnya pemeliharaan terhadap setiap anggota keluarga. Di tengah kesibukan, keluarga perlu menyediakan kesempatan khusus untuk saling memperhatikan satu sama lain, menjamin tersedianya pemenuhan kebutuhan fisik, seperti sandang dan pangan, dan juga terpenuhinya kebutuhan emosional dan spiritual dalam wujud saling mencintai dan mengasihi dalam ketaqwaan Tuhan. Kasih sayang yang diberikan dalam bentuk penerimaan, disayangi, dilindungi, dianggap berharga , dan diberikan dukungan dari orang tua akan membuat anak tumbuh dan berkembang dengan baik.

  1. –    Pola pengasuhan otoriter.

Keluarga menerapkan cara membatasi dan bersifat menghukum. Orang tua mendesak anak-anak untuk mengikuti petunjuk dan menghormatinya. Di sini orang tua bersifat memaksa dalam membuat aturan dan bertindak tegas dalam pelaksanaannya. Komunikasi yang terjadi menjadi sangat minim, yaitu bila dianggap perlu saja.

–          Pola pengasuhan pendampingan.

Pola pengasuhan ini terbuka bagi kebebasan anak tapi tetap diberikan batasan dan pengendalian atas tindakan-tindakan  mereka. Ada peluang untuk komunikasi yang lebih terbuka dan bisa berlangsung secara bebas. Orang tua meski memberi batasan tapi tetap bersifat hangat danmemberikan semangat kepada anak-anaknya.

–          Pola pengasuhan memanjakan.

Pola ini terjadi bilamana orang tua menjadi terlalu terlibat dalam kehidupan anak-anaknya. Sementara di sisi lain sangat kurang dalam menuntun dan mengendalikan pola tingkah laku mereka. Anak-anak diberikan kebebasan untuk mendapatkan dan melakukan apa saja yang diinginkannya tanpa pernah memberi pengarahan bagaimana mengendalikan perilaku menjadi lebih baik.

–          Pola pengasuhan tidak peduli.

Pola ini terjadi dalam situasi di mana orang tua tidak peduli sama sekali dan tidak ikut campur atau terlibat dalam kehidupan dan perkembangan anak-anaknya. Anak-anak dibiarkan menjadi tidak terdidik dan terarah dengan baik dalam keluarga.

  1. Keberhasilan suatu keluarga menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik dapat membawa kebahagiaan dan kesejahteraan pada keluarga. Hubungan yang harmonis penuh cinta kasih dan kesetiaan antara anggota keluarga dapat menjadi dasar yang kuat dalam kehidupan yang lebih luas. Seorang anak yang tumbuh dalam pola pengasuhan yang baik, terpenuhi kasih dan sayang, akan berinteraksi dengan masyarakat dengan baik dan terbuka. Contoh teladan yang diperlihatkan oleh orang tua menjadi juga model tingkah laku yang bisa dibawa oleh seorang anak dalam lingkungan yang lebih luas. Anak akan menjadi percaya diri dan siap menghadapi tantangan yang ada di lingikungan yang lebih luas.
  1. Ketidakharmonisan dalam keluarga dapat terjadi dan mengancam setiap keluarga. Ketidakharmonisan itu berupa buruknya hubungan di antara orang tua, antara orang tua dan anak, atau antara sesama anggota keluarga yang lain. Fungsi-fungsi dalam keluarga tidak berjalan baik dikarenakan faktor internal seperti :
    1. Makin memudarnya cinta dan kasih sayang yang menjadi landasan hidup berkeluarga.
    2. Komunikasi tidak berjalan dengan baik, suasana kebersamaan menjadi langka.
    3. Himpitan ekonomi yang makin berat tidak diimbangi dengan pendapat yang cukup.
    4. Pola hidup keluarga yang mengedepankan konsumerisme dan kesenangan belaka.
    5. Merosotnya akhlak dan keimanan.

Sedangkan faktor eksternal dapat berupa :

  1. Efek negatif ari kemajuan teknlogi.
  2. Budaya yang menawarkan hidup glamour.
  3. Konflik akibat perbedaan budaya yang dibawa oleh pasangan suami istri.
  4. Tekanan atau tuntutan dari keluarga besar.

 

Persahabatan

 

  1. Sahabat adalah teman yang paling dekat dalam hidup dan paling akrab. Sahabat menjadi orang yang paling dikenal dan yang paling mengenalnya. Semua ini terjadi karenaadanya hubungan timbal balik yang didasari saling percaya, saling mendukung, dan saling menguatkan yang tumbuh dan berkembang dengan baik. Perasaan yang sangat dekat, ketika bergembira atau sedih tak jarang membuat kedekatan sahabat melebihi kedekatan dengan keluarga sendiri.

Persahabatan adalah hubungan yang mendalam antara satu pribadi dengan pribadi lainnya. Persahabatan bahkan menjadi sebuah kisah yang sangat menarik dalam sejarah hidup manusia.

  1. Dalam persahabatan, ada lima aktivitas yang dapat dilakukan yaitu membangun kebersamaan, berbagi informasi, saling mendukung dan umpan balik, tempat bersosialisasi, menjalin keakraban. Seorang sahabat adalah mitra untuk mengerjakan dan menghabiskan waktu bersama, juga menjadi tempat untuk berpaling ketika membutuhkan bantuan, serta menjadi tempat berbagi beban dan kegembiraan. Ini terjadi karena adanya sikap saling percaya yang tumbuh sedemikian rupa. Persahabatan menjadi suatu bagian tersendiri dari kebersamaan hidup bersama dengan orang lain dan tempat terjadinya pertukaran informasi yang lebih luas.
  1. Cara membangun persahabatan :
  1. Bersikap supel dan adaptif namun tetap tidak kehilangan jati diri.
  2. Menjaga kepercayaan kepada diri sendiri dan sahabat dan bersikap jujur serta terbuka.
  3. Bersikap rela berkorban : waktu, tenaga, pikiran bahkan materi.
  4. Mudah untuk memuji dan bergembira tetapi juhga siap memberikan kritik yang konstruktif.
  5. Segera meminta maaf jika melakukan kesalahan dan juga bersedia untuk memaafkan.
  6. Tidak menonjolkan diri atau ingin mendapatkan pujian yang berlebihan atas apa yang telah dilakukan.
  7. Senantiasa melakukan introspeksi diri dan memperbaiki sikap-sikap yang kurang mendukung dalam persahabatan.
  1. Selama menjalani persahabatan, sikap yang paling penting adalah merawat persahabatan, menjaga kelancaran komunikasi agar persahabatan dapagt terjalin  dengan baik. Kepada sahabat harus fleksibel, setiap permasalahan yang sedang dihadapi harus dipecahkan dan diselesaikan dengan sikap yang terbuka dan menerima. Dalam persahabatan juga memiliki batasan-batasan yang dibuat bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman.  Tidak semua persahabatan dapat berlangsung selamanya. Persahabatan bisa saja berakhir dengan kekecewaan tanpa penyelesaian terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Musuh yang paling mengerikan dalam persahabatan adalah ketidaksetiaan karena dengan adanya tantangan itu dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat merusak jalinan persahabatan maka sangat penting menjaga dan memelihara persahabatan demi kelanggengan persahabatan tersebut.

Jejaring sosial.

  1. Membangun dan menjaga relasi secara personal maupun profesional untuk menciptakan suatu sistem atau rangkaian yang berhubungan dengan informasi, koneksi ataupun dukungan. Dengan pertemuan langsung, lewat telepon, surat e-mail, atau peralatan elektronik yang lainnya , seorang networker mencoba berhubungan dengan orang lain untuk saling berbagi informasi dan peluang. Teknologi seperti sekarang ini sangat mudah untuk membangun jejaring sosial.
  1. –    Pencarian informasi.

Dengan adanya jejaring sosial lebih mudah mencari informasi  yang diinginkan  misalnya tentang lowongan pekerjaan, tempat-tempat wisata, berita, ide, dan sebagainya.

–          Membangun relasi bisnis dan jaringan kerja.

Jejaring sosial membantu dalam mencari dan membangun relasi bisnis dan bisnis dan bisa mendongkrak penjualan dari produk atau jasa yang dihasilkan.

–          Online shopping.

Tidak sedikit anggota situs suatu jejaring sosial memanfaatkan jaringan ini untuk mengiklankan sekaligus menjual produk atau jasanya dengan sistem online.

–          Konsultasi.  

Situs jejaring sosial menjadi sarana untuk konsultasi, terlebih jika kedua belah pihak berada dalam jarak yang jauh. Jejaring sosial misalnya dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara mahasiswa dan dosen, antara pasien dan klien atau antara sesama profesi.

–          Kampanye politik.

Kamapanye gencar di mana-mana termasuk jejaring sosial. Contohnya adalah keberhasilan presiden AS Barrack Obama dalam meraih suara dalam pemilihan presiden.

–          Sosialisasi.

Segala isi dan pikiran dapat dicurahkan ke jejaring sosial untuk diketahui oleh orang lain. Sarana dapat menjadi ajang yang terbuka untuk mengekspresikan diri dalam berbagai bentuknya.

–          Ajang pencarian jodoh.

Dengan tersedianya ruang untuk menampilkan profile pribadi, situs sosial bersifat mengiklankan diri. Status seseorang misalnya single atau relationship akan terlihat dalam jejaring sosial. Hal ini tentunya akan menjadi peluang yang terbuka bagi yang sedang mencari pasangan.

  1. Dalam jejaring sosial, yang perlu diperhatikan adalah bukan hanya bagaimana cara untuk memperluas  jaringan tetapi bagaimana memelihara hubungan yang telah tercipta dan dituntut adanya pola pikir yang kooperatif dan positif. Seseorang yang secara optimal mau sukses menggunakan sarana jejaring sosial harus memliki sikap memberi sarana daripada menerima dari orang lain yang dikenal dengan prinsip it isn’t what you know, it’s who you know. Eksistensi diri kita menjadi penting agar mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Karena itu jejaring sosial dijalankan dengan pemahaman diri yang sangat baik dan juga diperlukan sikap tulus dalam bertanya, bertindak, dan berkegiatan. Karena ujung-ujungnya adalah bagaimana berkontribusi dengan sesama. Secara umum ada dua tipe networker yaitu yang berorientasi pada diri sendiri senantiasa berpikir apa yang bisa didapat dari jejaring ini dan yang berfokus pada orang lain berpikir siapa yang memerlukan bantuanku, bagaimana bisa membantu yang lain. Dengan kombinasi yang tepat dari dua tipe ini dapat menciptakan interaksi yang saling menguntungkan dan membangun relasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
  1. –    Mengorganisasi jaringan yang sudah ada. Membuat semacam database yang lebih

teratur tentang orang-orang yang sudah dikenal.

–          Memperluas jaringan. Sangat penting memperhatikan adanya diversifikasi dan hubungan timbal balik.

–          Memelihara hubungan yang telah terjadi. Berkomitmen menyediakan waktu khusus secara berkala untuk membuka diri sambil mencari tahu kebutuhan jaringan.

–          Memperhatikan situasi khusus. Di sini diperlukan sikap proaktif sebagai langkah agar dapat lebih akrab dalam komunikasi.

  1. Pola kommunikasi internet seperti jejaring sosial, pada tahap tertentu dapat menyebabkan adiksi yang mungkin berpengaruh pada kehidupan nyata seperti penggunaan yang berlebihan, kegelisahan ketika tidak mengakses internet dalam interval waktu tertentu yang dapat berdampak negatif. Jejaring sosial bermanfaat untuk menjalin komunikasi secara efisien, menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Jika tidak digunakan dengan bijak, hubungan kekerabatan manusia akan kehilangan keintimannya dan bersifat hiperealitas yaitu semu yang dapat menciptakan kondisi fakta bersimpang siur dengan rekayasa. Kehadiran situs jejaring sosial bisa dimaknai untuk memacu kemajuan dan bukan tergelincir hanya  menjadi simbol status. Gejala yang ada saat ini adalah orang seperti merasa ada yang kurang jika belum masuk situs jejaring sosial. Padahal ini adalah salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk promosi program kegiatan, bisnis , dan lain-lain.

Kasus sederhana (refleksi diri)

1. Untuk dapat berhasil dalam kehidupan, manusia tidak dapat mengandalkan dirinya sendiri dan pastinya bergantung sama orang lain. Karena itu, manusia disebut makhluk sosial sehingga ketika saya memiliki sebuah permasalahan yang menjadi beban yang berat bagi pikiran dan perasaan saya, saya tidak dapat menyelesaikannya sendiri karena apa yang terjadi di dalam otak saya semuanya kacau sehingga tidak dapat berpikir secara tenang dan perasaan gelisah atau khawatir juga membuat saya tidak dapat berpikir secara rasional. Karena itu, ada orang-orang di sekitar saya yang bisa membantu saya dalam menyelesaikan suatu masalah yang rumit. Mereka itu adalah keluarga (orang tua dan saudara), sahabat, teman (teman kuliah, teman semasa SMA, alumnus), partner kerja, dan siapa saja yang ada di sekitar saya yang dapat dipercaya.

2. Peran-peran mereka semua sangat berarti bagi saya karena mereka mau meluangkan waktu mereka untuk mendengarkan permasalahan saya dan bersedia memberikan solusi yang terbaik dari masalah saya sehingga masalah itu dapat diringankan.Pandangan saya terhadap peran orang tua saya dalam menangani masalah saya sangatlah baik dan bermanfaat bagi saya karena meskipun orang tua saya bekerja, mereka rela memberikan waktu luang untuk mendengarkan masalah saya dan mereka selalu memberikan solusi yang terbaik dari masalah saya. Jika mereka lagi sibuk, saudara saya dapat membantu saya dalam menangani masalah yang membuat saya menjadi terbeban itu hingga masalah tersebut selesai. Selain itu, saya juga bisa bercerita tentang masalah saya kepada teman saya yang dapat dipercaya. Jadi, mereka sangat berarti dalam hidup saya.

3. Saya sangat senang terhadap mereka yang telah membantu menangani masalah yang membuat saya terbeban sehingga masalah saya menjadi terselesaikan dengan baik dan hati serta pikiran saya menjadi tenang, tidak dalam khawatir lagi. Saya selalu menerima saran dan kritik dari mereka serta solusi sebuah permasalahan dan itu bisa membuat saya menjadi lebih dewasa. Seperti yang telah kita ketahui bahwa manusia itu adalah makhluk sosial sehingga hubungan saya dengan orang yang berperan besar dalam menangani maslah saya semakin kokoh dan tidak dapat dipisahkan serta saya selalu menjaga keutuhan itu sebaik-baiknya.

Sumber :

Buku CB : Self Development (CB 412)

Bina Nusantara University

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s