20130710_145020

Character Building – Thinking Creatively


A. Berpikir Kreatif 

  • Berpikir dan kecerdasan 

Berpikir merupakan proses pembentukan representasi mental yang baru melalui transformasi, informasi oleh interaksi yang bersifat kompleks dari atribusi mental yang mencakup pertimbangan, pengabstrakan, penalaran, visualisasi, pemecahan masalah, konsep, dan kreativitas. Hubungan antara kecerdasan dan kemampuan berpikir diibaratkan dengan hubungan antara mobil dan pengendaranya. Tidak jarang terjadi kecerdasan justru menjadi penghambat dalam berpikir secara lebih baiuk. Ini terjadi bilamana seseorang berpegang pada suatu pendapat dan mempertahankan pendapat itu dengan kecerdasannya tanpa merasa perlu untuk mengeksplorasipendapat itu dan mendengarkan pandangan alternatif.

  • Sifat pikiran

Watch your thoughts; they become words. 

Watch your words; they become actions. 

Watch your actions; they become habits. 

Watch your habits; they become character. 

Watch your character; it becomes your destiny. 

(Frank Outlaw)

B. Proses-proses berpikir

1. Memotong 

Jika kita berhadapan dengan dunia sekeliling, kita melakukan pemotongan atau memilah-milah. Kita mengambil satu saja dari data atau informasi yang tersedia. Namun tidak berarti meninggalkan keseluruhan. Perluasan dan eksplorasi sebenarnya adalah bagian dari pemotongan sebuah pemikiran.

|

2. Menghubungkan

ada 2 hal penting :

– Mengenali hubungan yang ada.

– Mengumpulkan berbagai hal bersama-sama untuk tujuan tertentu.

|

3. Membentuk

Dalam proses berpikir ini dapat diandaikan sama dengan memeriksa. Di sini terjadi proses analisa dan sintesa. Kita membentuk berbagai konsep dan kemudian berusaha membentuk konsep baru yang lebih baik.

C. Beberapa cara berpikir

  • Berpikir seri dan berpikir paralel 

Berpikir seri digambarkan kita bergerak dari A menuju B dan selanjutnya ke C. Bisa juga A dan B dilakukan secara bersama dan selanjutnya menuju C.

A -> B -> C

A / B -> C

Berpikir paralel digambarkan tidak ada salah satu dari ketiganya yang dilakukan atau harus didahului sebelum melakukan tindakan yang lainnya.

A / B / C

  • Berpikir vertikal dan berpikir lateral 

Berpikir lateral : suatu cara berpikir yang bertujuan mengeksplorasi dan mengembangkan ide dan persepsi baru daripada berkutat dalam lingkaran ide atau konsep yang sudah ada. Informasi yang digunakan bukan untuk informasi itu sendiri melainkan untuk efeknya.

Berpikir vertikal misalnya dalam logika dan matematika, ditandai dengan gerakan maju dengan langkah-langkah berurutan yang masing-masing langkahnya harus juga benar.

20130710_145020 20130710_145044

Provokasi merupakan teknik untuk menampilkan ide yang tidak berdasarkan pada fakta dan tidak memiliki kebenaran.

  • Bagaimana memunculkan provokasi ?
  1. Menerima provokasi yaitu bersedia terbuka dan menerima hal konyol.
  2. Bila melihat sesuatu yang sudah lazim, lalu mencoba melihat dari sisi atau arah sebaliknya.
  3. Keluar dari kebiasaan mencari alternatif cara-cara yang lebih efektif.
  4. Berkaitan dengan harapan yang ingin dicapai.
  5. Berani menampilkan sesuatu yang tampak aneh atau gila.
  • Cara untuk melangkah bergerak maju dari suatu provokasi :
  1. Sikap yang selalu ingin melangkah maju dari provokasi.
  2. Membayangkan suatu provokasi, tanpa peduli betapa anehnya hal itu. Yang paling penting lihat proses, bukan hasil.
  3. Mengeluarkan prinsip dari provokasi dan menggunakannya dalam ide praktis.
  4. fokus pada perbedaan untuk mendapatkan sisi lain dari situasi yang biasa.
  5. Mencari nilai dan aspek positif dari provokasi.
  6. Sisi menarik dari provokasi untuk diterapkan pada ide yang sebenarnya.

D. Enam topi berpikir

1. Topi putih 

# Bayangkan sehelai kertas putih polos.

# berkaitan dengan fakta, angka, informasi.

# fokusnya : mengelola informasi yang tersedia dan berguna.

2. Topi merah 

# Bayangkan api dan kehangatan.

#Berkaitan dengan emosi, perasaan, intuisi.

# fokusnya : mengekspresikan perasaan dengan tepat.

3. Topi hitam 

# Bayangkan hakim yang tegas.

#Berkaitan dengan kecermatan yaitu kebenaran, pernilaian, dan pencocokan data.

# fokusnya : mencari penegasan dan menilai apakah fakta yang dihadapi adalah benar, cocok, berhasil atau apa konsekuensinya.

4. Topi kuning 

# Bayangkan sinar matahari dan optimisme

# Berkaitan dengan sisi yang menguntungkan , manfaat dan kegunaan.

# fokusnya : pikiran positif dan optimisme.

5. Topi hijau 

# Bayangkan rumput, tanaman, dan tumbuhan.

# Berkaitan dengan eksplorasi, proposal, saran-saran, ide-ide baru.

# fokusnya : memunculkan gagasan.

6. Topi biru

# Bayangkan langit biru.

# Berkaitan dengan kendali dalam berpikir seperti menentukan kesimpulan, memilih langkah selanjutnya.

# fokusnya : konduktor (mengontrol proses berpikir).

E. Makna kreatif

  • Karakteristik dari kreatif : 
  1. Berkaitan dengan mencipta atau menghasilkan sesuatu yang baru.
  2. Mengidentifikasi arah atau petunjuk ke arah tujuan yang diinginkan atau yang dirancang.
  3. Menampakkan usaha untuk mencapai kesempurnaan atau ketuntasan.
  • Proses Kreatif

1. Persiapan

Bagaimana suatu masalah diformulasikan dengan baik dan merancang usaha awal untuk memecahkannya.

2. Masa inkubasi

Masa pengendapan dimana tidak dilakukan usaha yang secara langsung berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapi.

3. Masa iluminasi / pencerahan

Diperoleh insight baru dari masalah yang dihadapi. Pemahaman meningkat, ide-ide muncul dan saling melengkapi.

4. Masa verifikasi

Memastikan ide atau insight tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan masalah yang sedang dihadapi.

  • Hal-hal yang mendukung sikap kreatif :
  1. Motivasi yang kuat.
  2. Rileks.
  3. Berani menghadapi resiko.
  4. Fokus pada peluang.
  5. Berani keluar dari kebiasaan.
  6. Terbuka.
  7. Tidak takut gagal.
  • Berpikir kreatif dalam menghadapi masalah :
  1. Yakinkan diri sebagai orang kreatif.
  2. Tuliskan secara detail masalah yang ingin pecahkan.
  3. Tuliskan semua gagasan serta solusi dari masalah yang sedang dihadapi.
  4. Setelah selesai, lihat kembali dan persempit menjadi 10 besar dari yang paling penting dan menguntungkan.
  5. Lalu bertanya, “Apakah ini akan menyelesaikan masalah? Apa solusi ini akan memberi keuntungan bagi banyak kepentingan yang lainnya?”
  6. Selanjutnya tindakan. Tindakan membuat pikiran kreatif menjadi berguna.

Sumber :

Buku CB : Self Development (CB 412)

Bina Nusantara University

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s