IMG_1095

Character Building – Being Assertive


A. Pengertian komunikasi

Komunikasi  berarti transfer informasi dari pengirim ke penerima dimana informasi menjadi informasi bersama antara pengirim dan penerima.

  • Model komiunikasi :

1. Komunikasi linier : Komunikasi yang terjadi tanpa adanya umpan balik dari penerima. 

2. Komunikasi interaksional : model komunikasi yang pengirim berperan juga sebagai penerima dan sebaliknya pengirim sebagai penerima.

3. Komunikasi transaksional : Mirip dengan interaksional namun pengiriman berlangsung beberapa kali.

B.Komunikasi Efektif dan Konstruktif 

Komunikasi efektif : komunikasi yang terjadi ketika informasi daari pengirim ditangkap oleh penerima sesuai dengan maksud si pengirim.

Komunikasi yang efektif dan konstruktif : transfer informasi dari pengirim ke penerima dan terjadi perubahan pemahaman dan sikap pada penerima sesuai dengan yang diharapkan si penerima.

* Komunikasi efektif belum tentu konstruktif, tetapi untuk menjadi komunikasi yang konstruktif harus efektif.

Hambatan komunikasi menjadi komunikasi efektif konstruktif : Noise yaitu hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran proses komunikasi.

Noise ada 3 :

  1. Eksternal noise -> gangguan yang berasal dari lingkungan seperti gaduh, bising, gema, cuaca panas, lingkungan yang gelap.
  2. Internal noise ->gangguan yang berasal dari si penerima maupun pengirim itu sendiri.
  3. Semantic noise -> perbedaan persepsi dalam mengartikan kata.
  • Internal noise dan semantic noise dapat terjadi saat :

1. Information overload

terlalu banyak informasi yang ingin disampaikan tapi waktu terbatas. Informasi yang terlalu berat atau tidak sesuai dengan pengetahuan penerima membuat penerima kebingungan menerima informasi.

2. Trust and credibility 

Kepercayaan penerima terhadap pengirim akibat pengirim informasi dianggap kurang pantas untuk memberikan informasi, mempengaruhi proses penerimaan pesan.

3. Time

Komunikasi yang terjadi terburu-buru dapat sulit dipahami karena keterbatasan waktu dapat mengakibatkan informasi yang disampaikan kurang lengkap.

4. Filtering 

Pemilihan informasi oleh pengirim karena dianggap kurang menyenangkan atau sesuatu yang tidak penting bagi penerima dapat mengakibatkan pesan yang disampaikan tidak utuh dan dapat menimbulkan persepsi yang keliru.

5. Emotions 

Perasaan pengirim maupun perasaan penerima dapat mengurangi kualitas objektivitas suatu pesan.

6. Message congruency 

Feedback atau umpan balik dapat menolong mengendalikan noise atau paling tidak meredusir noise, sehingga komunikasi dapat tetap berjalan.

C. Komunikasi Assertif 

Si penerima memiliki tiga pilihan dalam merespoini pesan si pengirim

1. Passive communication 

Suatu respon pasif terhadap pesan yang tidak disepakati. Terkadang menjadi pilihan yang bijaksana saat memang tak ada kesempatan untuk mengungkapkan ketidaksepahaman atau ketidaksetujuan.

2. Agresive communication

Pilihan lain yang dapat dipillih meresponi pesan yang tidak kita sukai. Bersifat menguasai, mendominasi, bahkan dapat mempermalukan , memojokkan, dan cenderung menyalahkan . Respon ini mungkin menjadi pilihan yang baik apabila memang membahayakan dan terdesak, situasi kritis, terjadi serangan fisik, atau mempertentangkan nilai-nilai.

3. Assertive communication 

titik tengah antara perilaku pasif dan agresif. Perilaku seseorang yang berani mengemukakan pendapatnya sambil tetap membuka diri pada sebuah kebenaran dan memperhitungkan perasaan orang lain.

  • Barbara A. Lewis memperkenalkan formula ASSERT untuk menolong berperilaku asertif :

1. Attention, pastikan orang mendengarkan

2. Soon, tidak menunda

satu alasan menunda : kita sendiri sebagai pengirim tidak siap secara emosional  atau penerima yang tidak siap menerima pesan.

3. Spesific behaviour

Fokus pada informasi yang tidak sepaham dan bukan menyampaikan atau menunjukkan kemarahan apalagi menyampaikan penilaian tertentu terhadap penerima.

4. Effect on me

Bantulah orang untuk memahami perasaan yang dialami.

5. Response, nantikan responnya

Sediakan diri untuk mendengarkan juga dan menjadi penerima yang tanggap.

6. Terms, buat kesepakatan

Kesepakatan tidak berarti selalu lama. Andaikan berbeda, sepakatila perbedaan itu. Sepakatilah perubahan, andai terjadi konstruksi ulang terhadap pesan.

Sumber :

Buku CB : Self Development (CB 412)

Bina Nusantara University

One thought on “Character Building – Being Assertive

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s