Tugas CB GSLC Pertemuan 5


Berikan penilaian kritis Anda pribadi/individual terhadap kasus di file dengan menggunakan teori etika yang sesuai dan prinsip penggunaan teknologi informasi.

Analisis kasus-kasus di bawah ini!

  1. Cyber Crime

Seiring dengan perkembangan zaman banyak cara yang dilakukan dalam kejahatan di dunia maya atau Cybercrime. pengertian dari cybercrime sendiri adalah tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi komputer khusunya internet. Cybercrime didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi computer yang berbasasis pada kecanggihan perkembangan teknologi internet.

  1. Penipuan

Salah satu kejahatan sekarang ini yang marak di dunia maya yakni penipuan dalam bentuk transaksi jual beli barang dan jasa. Modus operandi penipu online ini dilakukan dengan berbagai cara, ada yang menjual melalui milis, melalui forum, melalui mini iklan, text-ad. dengan mengaku berada di kota yang berbeda dengan calon mangsanya, mereka memancing kelemahan dari para calon ‘pembeli’ yang tidak sadar mereka sudah terjebak.
Modus : biasanya para pelaku kejahatan membuat website atau blogg atau melalui media jejaring sosial. Biasanya pelaku menjual atau memasang iklan mengenai barang yang akan dijual, membuat para korban yakin. Dengan harga yang murah dan menggiurkan. Setelah terjadi kesepakatan biasanya hanya para korban yang melakukan pengiriman uang (tranfer) untuk barang tertentu yang dipesan. Namun barang tersebut tidak sampai atau bahkan alamat yang tertera di situs websit atau blogg tersebut palsu.


Jawab :

1. Kasus cybercrime termasuk dalam kategori immoral karena bertentangan dengan moral sebab cybercrime sendiri adalah tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai kejahatan utama.
Kasus ini juga bertentangan dengan :
– Teori utilitarianisme karena tindakan kriminial tidak membahagiakan orang lain.
– Teori right based ethics karena pelaku hanya menjalankan misinya demi tercapainya suatu tujuan dan untuk kepentingan dia sendiri tanpa memikirkan orang lain.
Biasanya yang sering menjadi pelaku dalam kasus cybercrime adalah hacker yang edukasinya sangat minim.

Dalam penggunaan teknologi informasi, hacker yang berpendidikan sangat sesuai dengan teori utilitarisme dan teori right based ethics karena hacker juga mempunyai kode etik dalam melakukan hack. Kegiatan yang dia lakukan digunakan untuk kepentingan suatu perusahaan atau instansi pemerintahan.

2. Kasus penipuan ini juga tidak sesuai dengan :
– Teori utilitarisme karena pelaku penipuan tidak membahagiakan orang lain dan membuat orang lain menjadi korban penipuan.
– Teori duty based ethics karena pelaku tidak melaksanakan kewajiban yaitu memberikan barang yang telah dijual kepada pembeli.
– Teori keutamaan karena pelaku tidak jujur dan berbisnis secara tidak adil.

Dalam penggunaan teknologi informasi, pelaku penipuan telah menyalahgunakan aplikasi penjualan online dan pelaku juga bisa menggunakan data milik orang lain yang bisa merugikan pengguna aplikasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s