IMG_0476

Tugas CB GSLC pertemuan 11


Soal :

Baca link di bawah ini:

kerusakan lingkungan hidup di indonesia dan penyebabnya

Apa penyebab krisis lingkungan hidup di Indonesia dan adakah hubungannya dengan Teori Antroposentrisme? Jelaskan argumentasi Anda dengan membuat sintesis antara kasus di atas dengan teori etika antroposentrisme! Bagaimana mengatasinya masalah kerusakan lingkungan hidup di atas ?


 

Jawab :

Penyebab krisis lingkungan hidup di Indonesia :
– Akibat peristiwa alam
contohnya : letusan gunung berapi, banjir, abrasi, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, dan tsunami.
Banjir, abrasi, dan tanah longsor bisa saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga.
-Akibat ulah manusia
contohnya : perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah.

Penyebab krisis lingkungan hidup di Indonesia ada hubungannya dengan Teori Antroposentrisme karena teori ini menempatkan manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta dimana segala kebijakan yang diambil mengenai lingkungan hidup dinilai berdasarkan manusia dan kepentingannya. Alam dipandang dan diperlakukan sebagai alat bagi pencapaian tujuan manusia.

Kasus yang terdapat pada artikel di atas, jika dihubungkan dengan teori etika antroposentrisme, maka antroposentrisme bersifat instrumentalis karena manusia hanya menganggap alam sebagai pemenuhan kebutuhan dan kepentingan manusia sehingga manusia bersifat egois. Teori etika antroposentrisme juga telah dituduh sebagai salah satu penyebab krisis lingkungan hidup. Kepedulian terhadap lingkungan hanya muncul sejauh terkait dengan kepentingan manusia, dan itu lebih banyak berkaitan dengan kepentingan jangka pendek saja.

Cara mengatasi masalah kerusakan lingkungan hidup :

– Dengan menerapkan delapan prinsip deep ecology antara lain :
1. Kesejahteraan dan keadaan baik dari kehidupan manusiawi maupun kehidupan bukan manusiawi.
2. Kekayaan dan keanekaragaman menuju kepada terwujudnya nilai-nilai sendiri.
3. Manusia tidak berhak mengurangi kekayaan dan keanekaragaman.
4. Keadaan yang baik bagi kehidupan bukan manusiawi memerlukan keadaan rendahnya jumlah penduduk.
5. Campur tangan manusia dengan dunia bukan manusia jangan terlalu besar.
6. Kebijakan umum harus berubah.
7. Menghargai kualitas kehidupan.
8. Manusia berkewajiban secara langsung dan tidak langsung untuk berusaha mengadakan perubahan yang perlu.

– Melakukan upaya pembangunan yang berkelanjutan karena upaya ini memiliki teoritis yang sangat kuat yakni :
1. Prinsip demokrasi.
Mengandung imperatif bahwa generasi di masa mendatang memiliki hak yang sama untuk menikmati kualitas alam yang sama dengan yang dinikmati oleh generasi sekarang.
2. Prinsip keadilan.
Setiap orang berhak mendapatkan lingkungan alam yang berkualitas baik.
3. Prinsip berkelanjudan.
Daya alam harus tetap berkelanjudan. Kalau kita mengabaikan prinsip ini, kita adalah generasi yang tidak adil dan anti demokrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s