Ulang Tahun


Cobalah Pembaca mengingat peristiwa-peristiwa apa saja yang terjadi selama ulang tahun kalian. Apakah peristiwa itu menyenangkan? Atau

menyedihkan alias suram? Atau biasa-biasa saja dan tidak ada yang menarik? Masing-masing dari pembaca artikel ini pasti memiliki pengalaman-pengalaman yang berbeda selama hari ulang tahun. Termasuk penulis juga hehehe.

Ulang tahun, dua kata ini sering penulis pikirkan tentang maknanya. Penulis pernah bercanda dengan seorang teman tentang arti ulang tahun. Yang penulis pikirkan mengenai arti ulang tahun adalah tahun yang diulang-ulang. Teman penulis malah berkata,”Ah bisa saja kamu.” Penulis menjadi penasaran tentang makna ulang tahun. Penulis menjadi tidak bisa mengerti tentang dua kata tersebut. Melalui refleksi diri yang membuat penulis  sadar bahwa makna ulang tahun tersebut dapat kita rasakan dalam pikiran dan hati kita. Dengan banyak berbuat kebajikan di hari ulang tahun, maka makna dari perisitiwa tersebut dapat kita resapi dan pahami.

Ada beberapa hal yang penulis tidak pahami mengenai peristiwa yang terjadi di hari ulang tahun. Peristiwa ini terjadi di kalangan penulis. Beberapa orang yang menyirami teman yang berulang tahun dengan air bahkan melemparkan telur busuk dan dimandiin tepung terigu. Beberapa orang tersebut malah ketawa terbahak-bahak sambil mengucapin happy birthday sementara teman yang berulang tahun hanya merasa pasrah dan tabah sambil tersenyum bahkan sampai di rumah langsung mandi beberapa kali untuk menghilangkan bau badan yang telah bercampur dengan bahan-bahan tersebut. Coba pembaca renungkan apakah peristiwa itu bersifat menyenangkan di hari ulang tahun?

Penulis sengaja menebalkan kata renungkan karena  seandainya pembaca benar-benar merenungkan, maka pembaca pasti akan mengatakan bahwa itu peristiwa yang menyedihkan. Lalu, kemungkinan beberapa orang berkata,”Kenapa itu menjadi peristiwa sedih? Kan beberapa orang tersebut memberikan kenangan kepada teman yang berulang tahun bahkan sampai melakukan capture foto.” Sebenarnya, penulis sedih sekali jika mendengarkan perkataan orang yang seperti itu. Kenapa? Bayangkanlah jika anda yang berulang tahun dilempari telur busuk disirami tepung terigu. Bagaimana perasaan para pembaca? Masuk akalkah tindakan tersebut dengan hari ulang tahun? Jawabannya adalah tidak masuk akal karena tindakan tersebut membuat kita repot di hari ulang tahun, yang seharusnya merupakan hari baik malah berubah menjadi hari repot dan tindakan tersebut membuat yang berulang tahun menderita.

Sejujurnya penulis juga khawatir ketika ulang tahun karena adanya peristiwa tersebut. Penulis terpaksa menyembunyikan tanggal ulang tahun dari dunia maya supaya tidak ada notifikasi ulang tahun di media sosial milik teman. Jika mereka menyirami penulis dengan air mungkin penulis menganggap masih oke karena penulis hobi bermain basah-basahan apalagi pas kegiatan outing di kolam bermain voli. Jika menggunakan bahan makanan, maka itu keterlaluan. Why? Bahan makanan kan digunakan untuk membuat makanan, masa dijadikan sebagai bahan mainan.

Oke hal kedua yang membuat penulis bingung adalah yang berulangtahun malah traktir teman-temannya. Yang lucunya sih dalam pikiran penulis adalah hari ulang tahun dibuat seakan-akan membayar pajak hidup hahaha. Pajak hidupnya berupa traktir teman makan alias teman-temannya dapat gratis wahaha. Jujur saja dulunya penulis juga pernah meminta traktiran dari teman sih hahaha, tetapi setelah penulis renungin tentang tindakan tersebut, penulis berpikir bahwa mungkin seharusnya kita yang mentraktir teman yang berulang tahun. Kenapa? Hal itu bisa menjadikan momen bagi yang berulang tahun dimana yang berulang tahun mendapatkan kado spesial dan juga ditraktir oleh teman-temannya.

Peristiwa itulah yang membuat orang berpikir bahwa di hari ulang tahun banyak hal baik terjadi secara tidak terduga dan keinginan yang diharapkan oleh orang yang berulang tahun bisa terjadi. Ketika membahas tentang pajak hidup, penulis malah berpikir soal pajak jadian dimana terdapat peristiwa yaitu teman-temannya meminta traktiran terhadap pasangan yang baru jatuh cinta alias baru memulai status relationship. Peristiwa itu sering terjadi di kalangan penulis dan penulis pun pernah meminta traktiran seperti itu hahaha. Hal tentang pajak jadian tersebut entah darimana sumbernya dan siapa yang memulainya. Hal itu sering terjadi sampai sekarang di kalangan penulis.

Setelah penulis renungin, penulis merasa bersalah dengan tindakan seperti itu karena tidak sepantasnya meminta hal begituan kepada orang yang baru jadian dengan pacarnya. Kalau soal pajak negara sih beda lagi hahaha. Hal itu sudah pasti wajib untuk bayar pajak kalau sudah kerja. Hahaha 😀 Selama penulis menjalani kehidupan di tiap ulang tahun, penulis selalu ditraktir oleh saudara-saudara penulis baik untuk kue ulang tahun maupun makan-makan. Hehehe, tetapi penulis malah pernah mentraktir teman di hari ulang tahun dan itupun hanya sekali saja. Kemungkinan pembaca malah mengatakan bahwa penulis mungkin pelit kalau cuma sekali saja mentraktir orang. Hal tersebut tidaklah benar karena selama ini penulis selalu menyembunyikan date of birth sehingga teman-teman penulis banyak yang tidak tahu tentang ulang tahun penulis.

Baru dua hal aneh yang penulis baru pikirkan saat ini. Ada hal menarik yang penulis ingin curhatkan di sini. Dahulu penulis sering mengucapkan happy birthday kepada teman-teman yang berulang tahun. Hari ini tepatnya pada tanggal 16 Agustus 2015, penulis mendapatkan pencerahan dari Suhu (Guru di vihara) yaitu tidak boleh mengucapkan happy birthday atau selamat ulang tahun. Kenapa? Suhu berkata,”Mengapa kita harus bersenang-senang merayakan hari ulang tahun? Ingatlah saat mama melahirkan kita dengan susah payah dan menderita, papa merasa tegang dan khawatir, sementara pada hari ulang tahun kita bersenang-senang.” Jika pembaca membayangkan hal itu, maka hal yang sebaiknya dilakukan pada hari ulang tahun adalah memberikan sesuatu kepada orang tua kita yang telah bersusah payah membawa kita ke dunia ini. Contohnya adalah ketika kita memotong kue ulang tahun dan menyuapin kuenya kepada orang tua kita terlebih dahulu. Hal tersebut bagi penulis merupakan sesuatu yang mulia karena kita menyadari bahwa orang tua yang membuat kita menjadi ada dan kita memiliki kepribadian yang baik. Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus kita katakan kepada orang yang berulang tahun? Pasti para pembaca menjadi bingung karena tidak tahu mau mengatakan apa. Inilah jawaban dari Suhu : ucapkanlah ketika berjumpa dengan orang yang berulang tahun, “Semoga doa-doa yang Anda sampaikan bisa terkabul dan keinginan-keinginan yang Anda harapkan dapat terwujud.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s