Skripsi Dalam Memoriku

Skripsi Dalam Memoriku Episode 10(Terakhir)


Skripsi Dalam Memoriku

Episode 10(Terakhir)

 

Hari yang melelahkan telah tiba. Setelah terjadinya kekacauan dalam kelompok kemarin, akhirnya hardcover skripsi beserta surat dispensasi telah ditandatangani oleh tetua. Semua anggota kelompok (hanya 2 orang saja, 1 lagi tidak datang) menuju ke layanan mahasiswa. “Huhuhu huhuhu…Menunggu 30 antrean lagi ini.” Gue sudah pasrah saja kalau begini. Paling dua setengah jam lagi akan dipanggil oleh petugas. Hal ini masih lumayan sih daripada menunggu 100 antrean lagi. Gue berkata dalam hati,”Mungkin sore ini adalah sore terakhir gue dan teman-teman gue di dalam thesis group.” Karena sebentar lagi urusan mengenai skripsi telah selesai dan inilah yang terakhir kalinya bersama-sama di dalam kelompok.

Satu jam telah berlalu dan ternyata teman gue berkata,”Gue serahin sama lu ya soal kumpul skripsi ini. Gue mau ikut seminar dulu.” Wah kejam dan gue ditinggal sendirian di layanan mahasiswa. Betapa kejamnya hidup ini dan gue nga bisa move on dari tempat itu. Gue khawatir akan kelewat antrean dan gue harus bersabar untuk menunggu. “Huaaa…Gue jadi deg deg-an diterima atau tidak oleh layanan.” Giliran gue pun telah tiba. Petugasnya hanya mengecek apakah nilai TOEFL gue dan teman gue sudah ada di layanan, terus ukuran toga dan hasil sidang skripsi dikonfirmasi oleh petugas. Gue pun disuruh isi kuisioner dan bergumam di dalam hati,”Akhirnya bukti tanda terima tentang pengumpulan hardcover skripsi akan diberikan ke gue.” Selanjutnya, info mengenai wisuda juga diberitahu oleh petugas.

Di balik segala hal-hal yang sulit dalam masa skripsi,  gue selalu berusaha mensyukuri hal-hal yang telah terjadi. Pembuatan skripsi memang tidak mudah, tapi masa-masa ini mengajari gue beserta teman-teman gue banyak hal seperti kerjasama, kemandirian, kesabaran, ketulusan, kekompakan dan banyak hal lainnya. Skripsi adalah masa-masa terindah sebelum wisuda bagi gue. Relasi dengan anggota kelompok skripsi membuat gue semakin lebih kuat dan tegar dalam menghadapi segala kesulitan. Gue pun juga berlatih bersabar karena sering banget terlibat dalam konflik yang tidak diinginkan dengan anggota kelompok.  Kini sudah saatnya gue ucapkan kepada skripsi,”Good bye maksimal.” Oke lah, sampai di sini dulu deh kisah gue mengenai kehidupan yang terjadi selama magang sambil pembuatan skripsi. Semoga cerita ini menghibur para pembaca.

 

🙂 Terima kasih.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s