Ringkasan bab 5 – relasi lintas budaya dan keberagaman


Relasi Lintas Budaya 

Setiap orang memiliki potensi untuk berada bersama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda baik dari segi budaya, sosial, ekonomi, dan biologis. Keterbukaan ini akan semakin lebar di masa mendatang. Untuk bisa menjadi bagian yang aktif dalam keterbukaan, beberapa syarat yang perlu diperhatikan :

  • Sensitivitas Budaya

Dalam konteks ini, karakter yang diperlukan adalah kesabaran, sanggup beradaptasi, fleksibel dan kehendak untuk mendengar dan mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang asing.

  • Kecerdasan Budaya

Dengan kecerdasan budaya, seseorang dapat memahami perilaku secara benar dari semua orang dan semua kelompok. Selain itu, dapat membantu untuk memahami apa yang khas pada sebuah kelompok dan berbagai macam aspek dari perilaku kelompok tersebut. Hal ini berkaitan dengan tiga dimensi yaitu kognitif, emosional dan fisik.

– Kognitif berkaitan dengan apa yanng orang ketahui dan bagaimana orang tersebut membutuhkan

   pengetahuan baru.

– Emosional merupakan aspek yang memotivasi orang untuk bertindak dan membangun rasa percaya diri di

   tengah perbedaan budaya yang dihadapi seseorang.

– Fisik berkaitan dengan komponen tindakan. Kita sering memiliki gagasan tentang apa yang harus kita

   lakukan, tetapi implementasinya tidak semudah itu.

  • Respect terhadap perbedaan

Salah satu karakter penting dari respek terhadap orang lain adalah kepercayaan terhadap orang lain meskipun ia berbeda dengan kita.

  • Kefasihan budaya (culture fluency)

Orang yang ingin berkembang dalam karirnya, harus menguasai dan fasih terhadap budaya lain sehingga lebih mudah beradaptasi dalam membangun kerjasama dengan orang yang memiliki latara belakang yang berbeda dengannya.

 

Keberagaman (diversity) 

Keberagaman mencakup semua aspek yang berkaitan dengan kehidupan manusia baik secara biologis, psikologis, ekonomi, kebudayaan, maupun sosiologis.

Dimensi-dimensi keberagaman :

  1. Agama
  2. Budaya.
  3. Perbedaan Ideologi.
  4. Perbedaan gender.
  5. Ras dan etnis.

 

Tantangan untuk menerima keanekaragaman 

  • Prasangka

Prasangka merupakan bentuk sikap negatif yang belum dibuktikan kebenarannya. Bentuk prasangka yang destruktif disebut rasisme. Rasisme meliputi kepercayaan bahwa satu kebudayaan lebih baik dari kebudayaan yang lainnya.

  • Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan suatu suatu kecenderungan untuk menghormati dan menganggap bahwa kelompok sendiri, budaya, atau bangsa sendiri sebagai sesuatu yang lebih tinggi daripada kelompok bangsa atau budaya yang lainnya.

  • Stereotypes

Stereotypes meliputi perasaan-perasaan cinta terhadap kelompok sendiri dan benci atau takut terhadap kelompok-kelompok lain. Stereotypes sulit diubah bahkan bila mereka salah.

  • Menyalahkan korban

Menyalahkan korban adalah membuat ciri-ciri yang tidak benar. Contohnya pria yang bertato adalah preman.

  • Diskriminasi

Diskriminasi berarti memperlakukan orang atau sekelompok orang secara berbeda. Diskriminasi dapat bersifat positif dan negatif. Diskriminasi juga dapat bersifat individual dan bersifat institusional.

  • Pelecehan

Pelecehan dapat dilakukan baik secara verbal melalui kata-kata maupun secara fisik yang menyerang pribadi lain.

  • Pelecehan seksual.
  • Blacklash

Blacklash adalah reaksi yang negatif untuk mendapatkan kekuasaan atau pengaruh dengan menekan kelompok lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s